Detail Cantuman Kembali
penentuan jarak pasak optimal pada sambungan kulit lambung kapal kayu
Indonesia adalah Negara kepulauan dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan, sebagai sarana pembantu dalam menangkap ikan terdapat banyak macam variasi bentuk kapal baik dari segi konstruksi maupun desain yang digunakan, untuk aspek konstruksi sering ditemukan model sistem konstruksi yang tidak umum salah satunya adalah sistem pemasangan pasak pada kulit lambung kapal kayu, maka dari itu Penelitiaan ini bertujuan untuk Menentukan Jarak Pasak yang Optimal Pada Kulit Lambung Kapal Kayu dan sifat mekanik material kayu setelah terjadi benturan. Penelitian ini mengunakan metode pengujian berupa pemodelan dan simulasi program komputer Ansys 14.5 yaitu dengan mengetahui karakteristik sifat mekanik dari beberapa variasi jarak pemasangan pasak pada proses pembangunan kapal tradisional. Hasil simulasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa nilai normal stress Model 1 (jarak pasak 12 cm) paling rendah dari ketiga Model pasak. Normal stress Model I pada tekanan 127,7 Pa adalah 5,5843e5 Pa, pada tekanan 75 Pa adalah 4,1121e5 Pa, dan pada tekanan 38,31 Pa adalah 1,7504e5 Pa, dibandingkan Model II nilai normal stress pada tekanan 127,7 Pa adalah 5,5853e5 Pa, pada tekanan 75 Pa adalah 4,1127e5 Pa, dan pada tekanan 38,31 Pa adalah 1,7506e5 Pa sedangkan nilai normal stress Model III pada tekanan 127,7 Pa adalah 5,5852e5 Pa, pada tekanan 75 Pa adalah 4,1126e5 Pa, dan pada tekanan 38,31 Pa adalah 1,7505e5 Pa. Hal tersebut menunjukkan bahwa jarak pemasangan pasak yang efektif adalah Model 1.
621.15.10 Fat p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2015
Surabaya
xii, 40 p. : ill. ; 29 cm.
LOADING LIST...
LOADING LIST...







